Ini Dia Kuliner di Jogja yang Melegenda Sejak Tahun 50-an

ini dia kuliner di jogja yang melegenda sejak tahun 50 an

Ini Dia Kuliner di Jogja yang Melegenda Sejak Tahun 50-an

Kota Jogja memang salah satu kota yang layak menjadi surga kuliner, terutama wisata kuliner peninggalan masa lampau yang dengan hebatnya tetap bertahan hingga sekarang. Salah satu kuliner di Jogja yang masuk dalam daftar ini adalah sate ayam Podomoro.

Warung sate ayam yang konon sudah dibuka sejak tahun 1959 ini tetap bertahan di tengah gempuran beragam resto dan pusat kuliner modern di kota ini.

Malah hingga kini, sate ayam Podomoro masih bertahan dengan warung lamanya dan tentu saja bangunannya yang terasa vintage.

Pemiliknya sekarang, Sarmin Sariyatmojo sengaja mempertahankan bangunan lama dari warung ini karena justru inilah salah satu kekhasan dari warung sate Podomoro. Malah hingga kini pemiliknya tetap mempertahankan style busana si tukang sate, baju hitam dengan peci hitam.

Yang menjadikan warung sate ini populer sebagai legenda kuliner di Jogja adalah rasa satenya yang tetap bertahan dari masa ke masa. Sate ayam kampung dan sate uritan (sate telur muda) yang dimasak dengan bumbu yang kaya kecap. Pembumbuannya sangat sempurna hingga terasa merasuk ke bagian daging dalam, padahal potongan dagingnya cukup tebal. Proses masaknya malah lebih mirip pembuatan sate daging sapi atau kambing ketimbang daging ayam.

Biasanya sate ayam ini kemudian akan disajikan bersama bumbu kecap yang sedikit tampak lebih kasar dari bumbu sate pada umumnya, Ditemani dengan lontong atau nasi, sambal mercon dan irisan bawnag merah segar Dijamin rasanya memang nendang sekali.

Untuk menemani hidangan khas yang sudah menjadi salah satu legenda sate di tengah ragam kuliner di Jogja, Anda bisa menikmati segelas es teh atau es beras kencur yang rasanya hangat segar. Unik banget menggabungkan rasa sate dengan es satu ini.

Kalau mau jajal hidangan khas Jogja yang sudah bertahan puluhan tahun ini tidak sulit kok. Lokasinya di tenagh kota, tepatnya di jalan Mataram no 11, sisi timur dari jalan Malioboro dan sekitar 200 meter dari Hotel Melia Purosani.

Siapkan kocek sekitar 25 ribu untuk menikmati seporsi sate ayam lengkap dengan lontong dan sambalnya beserta es beras kencur yang dingin-dingin semriwing ini. Jangan lupa aja mama, papa dan pakde supaya ikutan nostalgia di lokasi legendaris kulier di Jogja ini.

(sumber gambar : himakom.ugm.ac.id)

Leave a Comment

Ini Dia Kuliner di Jogja yang Melegenda Sejak Tahun 50-an

Artikel Populer yang Wajib Anda Baca !!close