Kisah Kehidupan Suku Asmat Di Pedalaman Papua

kisah kehidupan suku asmat di pedalaman papua

Kisah Kehidupan Suku Asmat di Pedalaman Papua

Bila ada pertanyaan mengenai suku di Papua, maka biasanya nama yang pertama kali muncul adalah suku Asmat. Suku yang konon menjadi yang terbesar di Papua ini memang sangat terkenal dan sangat identik dengan Papua.

Padahal suku Asmat hanya satu dari banyak suku yang berdiam di kawasan Papua. Suku Asmat ini adalah suku yang saat ini menjadi penguasa di kawasan sekitar Merauke yang kini menjadi satu kabupaten terpisah dengan nama kabupaten Asmat.

Secara umum suku ini hidup secara maritim dengan mendekatkan pemukiman mereka dengan sungai di pedalaman dan pesisir. Bahkan ada kisah sejarah pada masa kedatangan James Cook pertama kali ke tanah Papua di abad 18.

Mereka disambut oleh serangan orang berkulit hitam dengan kapal lesung dalam jumlah ribuan. Mereka inilah kaum suku Asmat yang melindungi tanah mereka dari orang asing. Kisah ini menandakan mereka adalah kelompok yang berkuasa di kawasan pesisir pada masa itu.

Dari sisi sejarah, suku Asmat ini berkeyakinan mereka berasal dari seorang figur dewa yang bernama Fumuripitis yang terdampar di kawasan ini ribuan tahun lampau di kawasan pantai barat. Fumuripitis ini hidup kesepian dan membangun sebuah rumah dengan patung-patung orang di dalamnya.

Fumiripitis ini juga membuat tifa sebagai alat musik untuk mengobati rasa jenuh. Tanpa dinyana, patung-patung orang buatannya ini tiba-tiba ikut bergoyang seiring musik dan menjadi manusia.

Kepercayaan fumuripitis inilah yang menjadi dasar mereka dalam menjalankan kehidupan. Mereka hidup dengan cara sebagaimana cara hidup fumuripitis, seperti hidup dengan cara nomaden, sangat menyukai tetabuhan dan hidup dengan cara berburu, berladang dan nelayan. Mereka juga meyakini adanya beberapa orang yang menjadi titisan para leluhur terbaik dan memiliki kekuatan dan kesaktian lebih tinggi dari anggota suku lain.

Kepercayaan mereka ini hingga kini masih bertahan di sebagian besar dari kelompok suku Asmat. Walau dengan bimbingan pemerintah mereka mulai mengenal pendidikan formal, mulai mengenal perkebunan tetap dan menjalankan perdagangan modern di perkotaan terdekat.

Bila Anda tertarik untuk mengenal lebih jauh suku Asmat di pedalaman, Anda harus menempuh perjalanan ke pedalaman sungai di kawasan Kabupaten Asmat. Di sana masih tinggal suku-suku pedalaman yang masih bertahan dengan kehidupan lama mereka.

(sumber gambar : gaedegambarist.blogspot.com)

Leave a Comment

Kisah Kehidupan Suku Asmat Di Pedalaman Papua

Artikel Populer yang Wajib Anda Baca !!close