Mengintip Keunikan Rumah Adat Papua

mengintip keunikan rumah adat papua

Mengintip Keunikan Rumah Adat Papua

Di beberapa daerah di Indonesia terdapat beberapa ciri budaya yang menggambarkan kekayaan kultur masing-masing daerah. Salah satu ciri budaya yang sering menjadi daya tarik tersendiri adalah rumah adat.

Semua suku di Indonesia memiliki rumah adat tersendiri yang sangat khas, tak terkecuali Papua dengan rumah adat Papua milik mereka.

Karena keragaman suku dalam budaya khas daerah Papua, maka ada banyak ragam rumah adat yang ada di kawasan Papua. Namun semua rumah adat Papua memiliki kesamaan yakni menggunakan bahan baku dasar macam kayu dan rumput atau daun sagu kering. Bentuk yang sederhana juga menjadi ciri khas lain mengingat sebagian besar suku di Papua masih mendekati konsep primitif dan nomaden.

Dari sekian banyak rumah adat Papua, ada dua yang paling populer dan paling banyak digunakan, yakni model Honai dan model Jew. Model Honai adalah model yang paling populer sebagai rumah ada Papua, terutama untuk suku-suku di pedalaman pegunungan. Sedang model Jew lebih kerap menjadi pilihan mereka yang tinggal di daratan rendah atau lembah yang lebih lembab.

Sebenarnya rumah Honai adalah rumah adat dari suku Dani. Rumah dengan bentuk membulat dengan atap menyerupai jamur atau dome ini terbuat dari struktur kayu pada badan rumah dan atap ilalang. Rumah ini hanya memiliki tinggi tak lebih dari 2,5 m dengan bangunan semi dua lantai tanpa jendela. Di tengah ruangan terdapat perapian. Ruang memang terkesan sesak, untuk mengakali udara dingin di kawasan Baliem Papua yang sangat dingin.

Dalam satu rumah biasanya dihuni oleh setidaknya 8 orang. Beberapa koloni memisahkan antara rumah perempuan dan rumah laki-laki. Tetapi beberapa koloni lain membuat rumah dua lantai dengan para pria di lantai dasar dan para wanita di atas. Menariknya mereka juga membuat rumah serupa untuk para hewan ternak mereka.

Berbeda dengan rumah Jew yang justru lebih terbuka, dengan bentuk memanjang dengan pintu berderet-deret. Setiap kelompok penghuni memiliki hak atas satu pintu yang biasanya juga dijaga oleh sebuah patung bis dan sebuah perapian di sisinya. Beberapa kelompok akan bersatu sebagai sebuah koloni suku dan hidup bersama dalam satu rumah panjang yang bisa mencapai ukuran 50 meter dengan lebar belasan meter.

Bentuk rumah yang sebenarnya miliki suku Asmat ini lebih terbuka dengan banyak pintu, banyak jendela, atap tinggi dan ruang yang cukup lega. Ini karena rumah Jew merupakan pilihan bagi mereka yang berdiam di kawasan dataran rendah yang lebih panas. Bangunan juga terbuat dari kayu, ikatan rotan dan atap ilalang atau daun sagu kering.

Selain kedua suku utama ini, beberapa suku lain pada umumnya mengikuti pola rumahada papua yang sudah ada. Karena sebenarnya suku-suku kecil di Papua mayoritas adalah anak suku dari kedua suku besar tadi.

(sumber gambar : alternativehomestoday.com)

One Comment

  1. yusianikamalia says:

    saya mahasiswi dari universitas telkom. saya sedang mendapatkan tugas proyek tingkat saya bermaksud izin untuk mengambil gambar .. saya tidak akan mengaku2 gambar itu buatan saya .. saya mencantumkan blog ini sebagai referensi . tks

Leave a Comment

Mengintip Keunikan Rumah Adat Papua

Artikel Populer yang Wajib Anda Baca !!close