Merekam Perjalanan Wisata Bromo Dibalik Kamera

merekam perjalanan wisata bromo dibalik kamera

Merekam Perjalanan Wisata Bromo Dibalik Kamera

Lokasi wisata Bromo memiliki pesona yang tidak pernah lekang oleh waktu. Panorama alam yang memukau dengan segala keunikannya memberi kesan tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Itulah sebabnya merekam pesona wisata Bromo menjadi foto-foto bisa menjadi cara jitu untuk mengenangnya sepanjang masa.

Kawasan wisata Bromo yang berlokasi sekitar 85 Km dari kota Surabaya ini memang memiliki nilai plus dari kaca mata estetika fotografi. Tidak heran bila Anda akan menjumpai banyak pasukan fotografer yang berburu foto di kawasan wisata Bromo.

Pasalnya selain karena keindahan alam dan keunikan budayanya, lokasi ini cukup mudah ditempuh. Dengan perjalanan kendaraan pribadi sekitar 6 jam dari Surabaya melalui kemacetan jalur Porong Sidoarjo, Anda sudah bisa menghirup udara dingin pegunungan Bromo.

Bagi Anda dengan budget terbatas, kendaraan umum juga bukan pilihan buruk. Anda bisa menggunakan bus dari Surabaya menuju Probolinggo sekitar 2 jam seharga Rp 50 – 80 ribu, atau langsung dari Jakarta – Probolinggo seharga Rp 250 ribu. Kemudian berlanjut dengan angkutan desa menuju Ngadisari dengan biaya sekitar Rp 25 ribu., dan berakhir dengan ojek menuju kawasan wisata Bromo. Sedikit perjuangan tapi saya yakin cukup setimpal.

Setibanya di lokasi, Anda tidak perlu khawatir soal penginapan. Lokasi ini memiliki beragam penginapan dari berbagai kelas sesuai budget Anda. Dari kelas 100 ribuan hingga 700 ribuan tentu dengan fasilitas yang berbeda. Bila Anda datang pada musim liburan atau pada momen Kasada, ada baiknya Anda booking penginapan dulu.

Perjalanan panjang Anda mungkin melelahkan, tapi Anda tidak akan menyesal pernah datang di tempat ini. Anda hanya akan menyesal bila tidak berkesempatan mengabadikan panorama alamnya yang luar biasa. Kawasan wisata Bromo tidak ubahnya surga tersembunyi.

Perburuan Anda akan berawal pada pukul 3 pagi. Anda bangun lebih awal dan siap melakukan perjalanan sekitar 1 jam dari lokasi pemukiman dan penginapan untuk menuju bukit Pananjakan. Untuk mencapai bukit yang cukup terjal dan bermedan berat saya sarankan Anda menyewa sebuah jeep 4×4. Anda dengan mudah mendapatkan jeep ini karena ada sangat banyak persewaan di kawasan wisata Bromo oleh masyarakat setempat.

Jangan lupa bekali diri Anda dengan senjata minimal kamera standar DSLR atau kamera Mirrorless yang ringan dengan kapasitas mumpuni. Untuk hasil terbaik Anda bisa tambahkan lensa wide dan tele. Tapi menambahkan filter makro juga bukan ide yang buruk.

Anda akan tiba tepat sebelum sunrise dan segera persiapkan posisi kamera Anda untuk mendapat view tepat atas kuncup-kuncup 3 gunung yang menawan, gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru. Matahari akan terbit pada sela-sela ketiga gunung ini. Sebuah pemandangan yang tidak ternilai dan Anda bisa merekam peristiwa yang termasuk foto landscape paling legendaris di dunia.

Pemandangan ini semakin lengkap dengan hamparan kabut memutih pada kaki gunung hingga seolah Anda sedang berada di atas awan dan gunung-gunung ini menembus awan. Sangat misterius. Di bromo tengger semeru ini Anda seperti berada di negeri kahyangan.

Sekitar pulul 7 pagi ketika matahari sudah sempurna terbit, Anda bisa turun ke kawasan kaki gunung. Hamparan pasir putih menunggu Anda dengan tiupan anginnya yang khas. Disini bahkan menjadi lokasi syuting adegan film pasir berbisik yang fenomenal itu. Anda bisa menggunakan kuda untuk menyusuri padang pasir dan mendekati kawah.

Untuk sesi pemotretan, beberapa orang menggunakan kendaraan tambahan untuk menerbangkan pasir, hasilnya akan berbeda dan Anda seolah sedang berada di tengah sandstorm alias badai pasir. Gunakan model yang menggerai rambutnya dan mengenakan gaun panjang lembut. Tiupan angin alami akan mengibaskan rambut dan gaun model, foto yang akan sangat luar biasa dan dramatis.

Pemotretan bisa Anda lanjutkan pada pemukiman penduduk pada sore harinya. Aktivitas penduduk pada sore hari ketika sinar sudah mulai memudar akan menambah eksotisme kumpulan foto-foto Anda. Apalagi bila Anda bertandang pada saat musim Kasada. Sebuah upacara ruwatan sebagai ucap syukur atas limpahan hasil bumi dengan melarungkan sesajian ke dalam kawah Bromo. Upacara yang dimulai pada dini hari ini akan memberi Anda nilai budaya tersendiri dalam foto rekaman Anda.

Sebuah perjalanan berburu yang luar biasa kan? Anda akan mengambil bagian dari rangkaian karya paling legendaris dari foto landscape di Indonesia. Yakni foto dari lokasi wisata Bromo. Selamat berburu dan hasilkan foto terbaik Anda.

(sumber gambar : wisata.tokobunganusantara.com)

Leave a Comment

Merekam Perjalanan Wisata Bromo Dibalik Kamera

Artikel Populer yang Wajib Anda Baca !!close