Naik Gunung Merapi Pasca Erupsi 2010

naik gunung merapi pasca erupsi 2010

Naik Gunung Merapi Pasca Erupsi 2010

Pada Tahun 2010 lalu, kota Yogyakarta, Magelang dan Boyolali dikejutkan olah amukan gunung Merapi yang berhasil menghujani seluruh kota ini dengan abu vulkanis.

Kawasan lereng mengalami deraan awan panas bersuhu 1000°C yang meluluh lantakan dan memakan banyak korban jiwa.

Pada masa itu jangankan naik gunung Merapi, mendekati kawasan lereng saja sudah mustahil. Hawa panas yang masih terasa di permukaan tanah, belum bisa sepenuhnya hilang meski sudah beberapa bulan dan tahun kemudian.

Tapi setelah beberapa waktu, jalur pendakian untuk naik gunung Merapi kembali terbuka. Suhu permukaan tanah sudah normal dan kondisi gunung Merapi sendiri sudah cukup bersahabat. Sayangnya hanya ada satu jalur yang tersedia, yakni jalur pendakian Selo, Boyolali. Sedang jalur lain seperti jalur Kinahrejo dan Kaliurang Yogya, jalur Ndeles Klaten dan jalur Babadan Magelang tidak bisa dilewati Karena kondisi permukaan tanah yang rapuh tidak aman untuk pendakian.

Sejak dulu, memang jalur Selo ini sudah menjadi favorit bagi para pendaki untuk naik gunung Merapi. Alasannya karena Jarak Selo ke puncak yang lebih pendek hanya sekitar 6 jam saja dengan jalur yang cenderung lebih mudah. Menuju kota Boyolali juga tidak sulit, Anda cukup naik angkutan menuju kota Boyolali (bisa dari kota Solo, Yogya atau Semarang).

Dari Boyolali Anda bisa naik angkutan desa menuju desa Selo, Anda bisa minta turun tepat di depan pintu gerbang desa Plalangan, yakni pintu gerbang menuju jalur pendakian. Perjalanan dari kota Boyolali menuju desa Plalangan hanya sekitar 30 menit saja.

Setiba Anda di desa Plalangan, Anda bisa memulai “naik gunung” dengan menyusuri jalur aspal menanjak cukup tajam selama 15 menit menuju Pondok Pendakian, tepat di kaki gunung Merapi. Pondok ini memang merupakan basecamp bagi para pendaki untuk memulai dan mengakhiri pendakian. Anda bisa mempersiapkan peralatan, ransum dan sebagainya sebelum benar-benar naik gunung.

Perjalanan berlanjut menuju pos Gardu pandang NEW SELO. Bangunan joglo disini merupakan pos wisata bagi mereka yang ingin menikmati panorama gunung Merapi dan gunung Merbabu dari Selo, yang persis berada di tengah kedua gunung ini. Jalur ini adalah aspal terakhir dan Anda hanya perlu waktu 10 menit untuk menempuhnya.

Perjalanan berikutnya adalah perjalanan pendakian sebenarnya. Anda perlu naik melalui jalur perkebunan rakyat yang miring menuju pos 1. Jarak tempuhnya sekitar 30 menit dengan area jalur tanah lempung, berdebu di waktu kemarau dan becek di waktu penghujan.

Pos 1 ditandai dengan sebuah tugu 1,5 meter dan sebuah bangunan peristirahatan kecil. Anda bisa beristirahat atau lanjut menuju pos 2. Perjalanan menuju pos 2 lebih berat dari sebelumnya. Menempuh waktu 2 jam Anda akan menemui jalur dengan batuan besar, tanah berpasir sisa vulkanis dan angin yang mulai kencang. Setiba Anda di pos 2 Anda bisa sejenak menikmati pesona kota Boyolali dari atas.

Setelah melepas pegal di pos 2 Anda bisa berlanjut menuju pasar Bubrah. Lokasi pasar bubrah sebenarnya adalah sebuah tanah lapang dengan batuan besar dan kecil. Dulu sebelum erupsi terjadi kawasan ini lebih cantik dengan vegetasi yang cukup baik seperti edelweiss dan mawar hitam. Sayang kini semua tertutup dengan abu vulkanis yang luar biasa tebal.

Dari pos 2 Anda berjalan menaiki bukit batu curam dengan ujung membulat, biasanya pendaki menyebutnya bukit watu gajah. Dari watu gajah Anda perlu menuruni bukit kembali dan memasuki kawasan pasar bubrah. Seluruh perjalanan ini mencapai perjalanan mencapai 30 menit.

Dari pasar bubrah ini Anda bisa beranjak menuju puncak gunung Merapi dan kawah Moro. Dulu di puncak ini ada sebongkah batu besar menyerupai kepala garuda, sehingga puncak Merapi mendapat nama puncak Garuda. Tapi kini bongkahan batu itu sudah lenyap terlempar entah kemana pada saat erupsi 2010.

Untuk naik gunung Merapi menuju puncak, adalah salah satu yang tersulit. Pasalnya disini Anda harus berhadapan dengan medan rapuh sarat pasir halus sisa erupsi yang sangat mudah longsor. Demikian sulitnya, hingga Anda sewaktu-waktu bisa tergelincir pasir dan merosot turun, bahkan ketika berada di puncak. Jadi Anda perlu sangat berhati-hati dan pastikan alas kaki Anda memang cocok untuk jalur pasir.

Perjalanan sekitar 1,5 jam sampai di puncak Anda akan melihat panorama luar biasa dari 3 view kota, Yogya, Magelang dan Boyolali sekaligus. Anda juga bisa melihat panorama gunung Merbabu yang tersembunyi kabut. Bahkan bisa juga menikmati sunrise yang sangat menakjubkan.

Perjalanan yang luar biasa dengan klimaks yang sangat mempesona. Perjalanan yang akan membuat Anda ingin datang dan datang lagi, naik gunung menyusuri sisa-sisa erupsi Merapi 2010.

(sumber gambar : lintas.me)

Leave a Comment

Naik Gunung Merapi Pasca Erupsi 2010

Artikel Populer yang Wajib Anda Baca !!close