Taman Sari Yogyakarta, Pesona Surga Keraton Masa Lampau

taman sari yogyakarta surga keraton masa lampau

Taman Sari Yogyakarta Pesona Surga Keraton Masa Lampau

Pesona sejarah keraton Yogyakarta adalah satu daya tarik dari pariwisata di kota Yogya. Dan bila Anda tertarik menikmati wisata sejarah keraton Yogyakarta, jangan lewatkan untuk singgah ke Taman Sari Yogyakarta.

Sebuah taman keputren masa lampau yang menjadi salah satu saksi bisu kisah perjalan panjang keraton. Taman sari Yogyakarta merupakan sebuah taman dengan konsep taman air.

Keseluruhan bangunan menurut sejarah aslinya memiliki luas sekitar 12 hektar dengan danau buatan, kolam-kolam pemandian, rumah peristirahatan dan pulau-pulau buatan. Total kawasan taman sari memiliki 57 bangunan yang sayangnya tidak semuanya utuh tersisa saat ini.

Berdasar sejarah, taman sari Yogyakarta di bangun pada masa pemerintahan HB I setelah kemenangannya atas kawasan Yogyakarta Yogyakarta pasca perjanjian Giyanti. Taman sari ini menggunakan arsitek seorang Portugis dengan julukan Demang Tegis. Jadi tidak heran kalau nuansa dari seluruh kawasan sangat berbeda dengan desain dari keraton utama yang lebih kental unsur jawanya.

Kawasan ini memiliki 2 pintu gerbang, sayangnya pintu gerbang utama atau gapura ageng di sisi barat ini sudah tertutupi pemukiman penduduk. Jadi sekarang pengunjung hanya bisa memasuki kawasan Taman Sari dari pintu gerbang belakang yang juga dikenal dengan nama gedong panggung panggung yang dulu dimanfaatkan sebagaia ruang peristirahatan pengamanan.

Memasuki kawasan sejarah yang masuk dalam cagar budaya nomer 19 di dunia ini, Anda akan menemukan atmosfer berbeda dengan bangunan-bangunan yang bersifat privat dari sultan-sultan tempo dulu Yogyakarta. Keseluruhan ruang berfungsi sebagai ruang peristirahatan, ruang sauna, ruang paes, ruang privat dan ruang hiburan bagi ngarso dalem atau sultan dan keluarga intinya.

Dan salah satu central dari seluruh kawasan ini adalah kawasan pemandian yang terdiri dari 3 kolam, kolam Umbul Muncar sebagai tempat pemandian putri sultan, Umbul Pangurasn sebagai tempat mandi para selir dan permaisuri dan Umbul BInangun sebagai tempat mandi sultan. Gedong panggung tadi memiliki menara yang menghadap kolam sehingga memudahkan sultan melihat aktivitas para istri di kolam dan memilih beberapa di antaranya untuk menemaninya.

Sebenarnya kawasan Taman Sari Yogyakarta masih luas lagi. Di luar kawasan pemandian sebenarnya ada sebuah danau buatan yang mengitari kawasan. Kini kawasan danau ini sudah menjadi kawasan pemukiman Ngadisuryan, Segaran, Tamanan dan Magangan. Di atas danau ini terdapat beberapa pulau buatan dan yang masih tersisa saat ini hanyalah puing-puing dari pulau Kencono dan terowongan bawah tanah.

Pungkasi kunjungan Anda di Taman Sari ini dengan mengunjungi terowongan bawah tanah. Didalamnya terdapat sebuah masjid bawah tanah berbentuk bundar dengan sentral sebuah lubang udara dengan anak tangga bersusun dan sumur gumuling dibawah anak tangga.

Meski hingga kini Taman Sari Yogyakarta belum mampu sepenuhnya terekonstruksi seperti semula, tetapi sisa-sisa pesonanya akan tetap membius Anda dengan anggunnya. Dan Anda akan terbawa dalam sejarah surge keraton Yogya masa lampau.

(sumber gambar : universalindonesia.com)

Leave a Comment

Taman Sari Yogyakarta, Pesona Surga Keraton Masa Lampau

Artikel Populer yang Wajib Anda Baca !!close